10th of April 2011
 
kuntawiaji:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema ”Use Antibiotics Rationally” dalam peringatan Hari Kesehatan Dunia ke-60 pada 7 April 2011. Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh bakteri yang dapat menghambat atau membunuh bakteri jenis lain. Ingat ya, bakteri. Jadi antibiotik tidak dapat digunakan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik sangat beragam, mulai dari menggunakan antibiotik dengan jenis tidak tepat, dosis tidak tepat, frekuensi keliru, hingga waktu konsumsi terlalu lama atau cepat, mengurangi efikasi antibiotik sebagai pembunuh bakteri.
Anak merupakan populasi yang paling sering terpapar antibiotik tidak rasional, misalnya saat demam, radang tenggorokan, dan diare akut. Padahal, misalnya saat demam, kebanyakan disebabkan oleh virus, bukan bakteri, yang tentunya tidak membutuhkan antibiotik. 
Terapi antibiotik yang tidak efektif menimbulkan masalah resistensi (kekebalan) kuman serius. Bakteri mampu bermutasi sehingga tahan terhadap antibiotik. Kemudian muncullah yang dikenal dengan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), vancomycin-resistant enterococci (VRE), dan Klebsiella pneumoniae yang menghasilkan extended-spectrum beta-lactamase (ESBL). Bahkan, Carbapenem (antibiotik paling mutakhir) tidak dapat lagi membunuh bakteri NDM-1 (New Delhi metallo-beta-laktamase-1) yang dapat menyebabkan infeksi berat dan kematian.
Beberapa waktu lalu, teman saya, oknum F, mengabarkan adiknya terkena Gondongan dan oleh dokter diberikan antibiotik. Padahal kita tahu bahwa Gondongan disebabkan oleh Paramyxovirus, bukan bakteri. Di sinilah masyarakat harus cerdas dan mengingatkan dokter untuk tidak sembarangan memberikan antibiotik. Dokter harus memiliki alasan yang kuat jika ingin memberikan antibiotik kepada pasiennya. Kita (sebagai pasien) perlu menyadari bahwa yang paling bertanggung jawab atas kesehatan kita adalah diri kita sendiri dan jangan menyerahkan semuanya kepada tenaga kesehatan. Untuk setiap obat, tanyakan kandungan aktif obat, cara kerjanya, kondisi yang mengindikasikan harus mengonsumsi obat itu, cara pakai, dan risiko efek samping serta kondisi yang merupakan kontraindikasi obat itu, termasuk saat diresepkan antibiotik.
Akhir kata, selamat Hari Kesehatan Dunia. Mari gunakan antibiotik secara rasional mulai dari sekarang!

kuntawiaji:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema ”Use Antibiotics Rationally” dalam peringatan Hari Kesehatan Dunia ke-60 pada 7 April 2011. Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh bakteri yang dapat menghambat atau membunuh bakteri jenis lain. Ingat ya, bakteri. Jadi antibiotik tidak dapat digunakan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik sangat beragam, mulai dari menggunakan antibiotik dengan jenis tidak tepat, dosis tidak tepat, frekuensi keliru, hingga waktu konsumsi terlalu lama atau cepat, mengurangi efikasi antibiotik sebagai pembunuh bakteri.

Anak merupakan populasi yang paling sering terpapar antibiotik tidak rasional, misalnya saat demam, radang tenggorokan, dan diare akut. Padahal, misalnya saat demam, kebanyakan disebabkan oleh virus, bukan bakteri, yang tentunya tidak membutuhkan antibiotik. 

Terapi antibiotik yang tidak efektif menimbulkan masalah resistensi (kekebalan) kuman serius. Bakteri mampu bermutasi sehingga tahan terhadap antibiotik. Kemudian muncullah yang dikenal dengan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), vancomycin-resistant enterococci (VRE), dan Klebsiella pneumoniae yang menghasilkan extended-spectrum beta-lactamase (ESBL). Bahkan, Carbapenem (antibiotik paling mutakhir) tidak dapat lagi membunuh bakteri NDM-1 (New Delhi metallo-beta-laktamase-1) yang dapat menyebabkan infeksi berat dan kematian.

Beberapa waktu lalu, teman saya, oknum F, mengabarkan adiknya terkena Gondongan dan oleh dokter diberikan antibiotik. Padahal kita tahu bahwa Gondongan disebabkan oleh Paramyxovirus, bukan bakteri. Di sinilah masyarakat harus cerdas dan mengingatkan dokter untuk tidak sembarangan memberikan antibiotik. Dokter harus memiliki alasan yang kuat jika ingin memberikan antibiotik kepada pasiennya. Kita (sebagai pasien) perlu menyadari bahwa yang paling bertanggung jawab atas kesehatan kita adalah diri kita sendiri dan jangan menyerahkan semuanya kepada tenaga kesehatan. Untuk setiap obat, tanyakan kandungan aktif obat, cara kerjanya, kondisi yang mengindikasikan harus mengonsumsi obat itu, cara pakai, dan risiko efek samping serta kondisi yang merupakan kontraindikasi obat itu, termasuk saat diresepkan antibiotik.

Akhir kata, selamat Hari Kesehatan Dunia. Mari gunakan antibiotik secara rasional mulai dari sekarang!

Clipart: FETC     Theme: Robert Boylan     Host: Tumblr     Feed: RSS     History: Archive